Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Waspadai Hal-hal Kecil Ini Dapat Menghacurkan Masa Depan

Hidup sehat, sejahtera, bahagia, sukses, dan memiliki kemandirian secara finansial di masa depan menjadi harapan dan cita-cita semua orang. Untuk mewujudkannya tentu saja dibutuhkan kerja keras bahkan pengorbanan. Kesuksesan tidak tercapai hanya dalam waktu sehari semalam, tetapi membutuhkan proses panjang yang diiringi dengan usaha juga doa.

Untuk mencapai masa depan yang lebih baik, perlu adanya persiapan sejak dini. Sebagai suatu proses, upaya meraih kesuksesan di masa depan berjalan secara berkesinambungan. Dibutuhkan ketekunan, keuletan, kerja keras, pantang menyerah, konsistensi, dan juga ide-ide cemerlang serta strategi untuk mewujudkannya.

Namun impian masa depan yang cerah akan sulit diwujudkan bahkan hancur berantakan apabila Anda menganggap remeh prosesnya dan melakukan hal-hal konyol yang tidak memberikan manfaat positif bagi pengembangan diri. Merasa masih muda, masih memiliki banyak waktu sehingga menghabiskan masa muda dengan melakukan hal-hal yang justru dapat menghancurkan masa depan Anda. Sebab itu, waspadailah hal-hal kecil yang dapat menghambat bahkan menghancurkan masa depan Anda berikut ini.

  • Malas

Percaya atau tidak, malas merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Tak hanya menghambat, malas juga mampu mencuri dan menghancurkan masa depan. Rasa malas memiliki andil besar dalam kegagalan Anda mencapai tujuan di masa mendatang.

Sejatinya tak ada orang sukses di dunia ini yang bermalas-malasan. Masa kecil dan muda mereka dihabiskan dengan menyibukkan diri dengan hal-hal kreatif, bekerja tanpa kenal lelah, dan pantang menyerah hingga jerih payahnya terbayar dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Misalnya saja Mark Zuckerberg, sang pendiri jejaring sosial Facebook yang rela memilih untuk berhenti kuliah untuk menciptakan platform pertemanan yang fenomenal tersebut.

Kemalasan hanya akan membuang waktu secara percuma. Di satu sisi mungkin memberikan rasa nyaman karena hanya santai berleha-leha. Namun di sisi lain terdapat konsekuensi yang harus ditanggung sepanjang hidup Anda, yakni menjadi orang yang gagal.

  • Menghabiskan waktu di media sosial

Berselancar di dunia maya memang sangat mengasyikkan dan juga melenakan, apalagi saat bermain di media sosial. Menulis status, memposting foto dan video, membalas komentar, membaca status netizen lainnya memberikan kepuasan tersendiri. Namun tanpa disadari aktivitas tersebut justru membuang sebagian besar waktu Anda secara percuma. Apa yang Anda dapatkan? Hanya kesenangan, bahkan mungkin sentimen karena berhadapan netizen yang bertentangan pendapat dan mencibir setiap status yang Anda tulis atau foto juga video yang Anda posting. Dampaknya, pekerjaan terbengkalai, produktivitas menurun, sehingga menghasilkan kinerja yang tidak berkualitas. Hal ini tentu menimbulkan ketidakpuasan pimpinan atau klien atas hasil kerja Anda.

Bukan berarti berselancar di dunia maya kemudian dilarang, tetapi lebih pada anjuran untuk memanfaatkannya secara lebih bijak. Cobalah untuk mengatur dan membatasi waktu di media sosial, cukup satu atau dua jam. Dengan begitu, Anda akan lebih teratur dalam melakukan aktivitas kerja lainnya. Berjam-jam bahkan seharian berada di media sosial jelas bukan aktivitas yang menguntungkan baik bagi kesehatan, hubungan sosial di dunia nyata, dan juga finansial Anda.

  • Hobi makan junk food

Apa itu junk food? Dari makna katanya junk food merupakan makanan sampah, yakni makanan yang rendah nutrisi. Kandungan gizi pada junk food tidak seimbang sehingga tak mampu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sebab itulah junk food musuh kesehatan jika dimakan dalam frekuensi sering.

Tak bisa dipungkiri bahwa beragam jenis junk food tergolong sebagai makanan lezat seperti kentang goreng, keripik, cilok, minuman bersoda, dan hamburger yang hanya terdiri dari roti, daging, saos, dan mayones saja. Makan junk food secara berlebihan berisiko pada obesitas bahkan jantung koroner. Dalam jangka panjang seiring dengan bertambahnya usia, efek dari junk food yang dikonsumsi secara berlebihan akan dapat dirasakan. Timbunan lemak dalam tubuh mengakibatkan aktivitas terhambat karena tubuh tak lagi lincah bergerak. Pergerakan yang lambat jelas akan mengakibatkan Anda tertinggal dalam persaingan pencapaian kinerja yang baik.

  • Senang menunda-nunda

Jika bisa langsung dikerjakan dan diselesaikan, mengapa harus ditunda? Kesenangan menunda-nunda setiap aktivitas berpengaruh pada kegagalan pencapaian produktivitas secara maksimal. Sebagai contoh Anda sebenarnya mampu mengerjakan suatu pekerjaan dalam waktu 30 menit sehingga bisa beralih pada pekerjaan atau aktivitas lain. Namun, Anda menunda pekerjaan tersebut untuk aktivitas lain yang bukan merupakan bagian dari pekerjaan utama Anda, seperti chatting, bermain media sosial, ­nge-game, dan lainnya.

Penundaan pekerjaan jelas akan menggeser penyelesaian pekerjaan atau aktivitas lainnya. Bahkan bisa jadi semua pekerjaan yang notabene bisa dikerjakan dan diselesaikan jadi terbengkalai tak terselesaikan dengan baik. Jika kesenangan menunda-nunda ini Anda tumbuh kembangkan, maka bersiaplah untuk kalah dalam persaingan dengan orang-orang yang lebih giat dan disiplin terhadap waktu.

  • Sering begadang

Begadang atau tidur larut malam bukanlah kebiasaan yang baik, karena berisiko terhadap gangguan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Secara fisik, kebiasaan begadang akan menghambat proses metabolisme dan kerja fungsi organ tubuh di malam hari. Sementara secara psikologis, begadang bisa memicu insomnia atau gangguan tidur. Tak hanya itu, kelelahan di pagi hari akibat istirahat yang kurang memicu kecemasan dan emosi yang tidak stabil.

Keseringan begadang juga mengakibatkan konsentrasi terganggu atau kurang fokus, sehingga berisiko salah dalam memahami dan menerima perintah kerja. Akibatnya, kualitas hasil kerja menurun bahkan tak sesuai dengan yang diharapkan.

Sesekali begadang boleh saja. Namun akan lebih baik jika tidur lebih awal sehingga bisa bangun pagi dalam kondisi tubuh segar bugar dan pikiran jernih. Hal ini akan memberikan dampak yang lebih positif terhadap kesehatan baik fisik maupun psikologis.

  • Mengandalkan utang

Bersikap boros dan konsumtif hanya akan mengganggu kesehatan finansial Anda. Menerapkan gaya hidup melebihi kemampuan finansial dan mengandalkan utang bukan pilihan yang bijak dan menguntungkan masa depan Anda. Mengapa? Utang jelas merupakan tanggungan yang mengikis pendapatan Anda karena wajib dibayar.

Utang tak menjadi masalah ketika porsinya hanya mengambil sebagian kecil pendapatan saja. Namun akan menjadi bumerang yang menghancurkan masa depan Anda apabila porsinya mengambil sebagian besar pendapatan, bahkan melebihi pendapatan itu sendiri. Percayalah jeratan utang akan sangat mengganggu waktu tidur dan hari-hari Anda dalam menjalankan aktivitas. Anda tidak akan bisa fokus bekerja dan berinovasi bahkan fokus pada pengembangan potensi diri, karena Anda akan dikejar-kejar untuk segera memenuhi kewajiban membayar utang tersebut.

Sebab itu, bijaklah dalam mengatur keuangan. Menerapkan gaya hidup sederhana sesuai kemampuan finansial bukanlah hal yang memalukan. Justru dengan berhemat Anda bisa lebih banyak menyisihkan uang untuk menabung atau berinvestasi.

  • Kecanduan

Sadarkah Anda bahwa rokok, alkohol, dan narkoba merupakan racun? Semua zat ini ketika dikonsumsi secara impulsif dapat berakibat fatal bagi kehidupan Anda. Zat-zat tersebut mampu merusak hubungan, membunuh semangat, bahkan benar-benar membunuh Anda. Secara perlahan namun pasti, zat-zat itu akan membuat Anda menjadi pecandu. Akibatnya, Anda tak akan bisa hidup tanpa mengonsumsi zat-zat tersebut. Alih-alih menjadi orang yang kreatif dan produktif, Anda justru menjadi orang yang gagal karena disibukkan dengan nikmatnya mengonsumsi zat-zat racun tersebut.

Seolah kecil dan sepele, namun hal-hal yang dikemukakan di atas mampu menghancurkan masa depan jika Anda gagal mengantisipasinya. Siapa yang mau menjadi orang gagal seumur hidupnya? Tidak akan ada. Sebab itu, dengan memperkuat pengendalian dan disiplin diri dapat menghindarkan Anda dari hal-hal kecil yang mampu mencuri, menghambat, bahkan menghancurkan masa depan Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang waspadai hal-hal kecil ini dapat menghacurkan masa depan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Rahasia Memiliki Tabungan untuk Masa Depan
Inilah 12 Ciri-ciri Orang yang Akan Kaya di Masa Depan. Apakah Anda Memilikinya?
Ciri-ciri Orang yang Akan Sukses di Masa Depan
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!
Masa Depan Bitcoin: Akankah Menjadi Mata Uang Digital Tunggal?
Pentingnya Perencanan Keuangan untuk Kehidupan Masa Depan
Mengapa Perempuan Mudah Terjebak Utang Kartu Kredit?
Financial Planning Before Disaster (Persiapan Finansial Sebelum Bencana)
Bagaimana Menggunakan ATM dengan Aman?
Sisi Buruk Kerja di Perusahaan Startup


Bagikan Ke Teman Anda