Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Waspadai Kejahatan terhadap Pengguna Kartu Kredit!

Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan yang pesat menuntun perubahan dalam pola konsumsi masyarakat. Masyarakat dewasa ini lebih suka menggunakan transaksi non tunai dibandingkan tunai. Transaksi melalui teknologi perbankan yang juga merubah pola dalam tata cara berbelanja membuat segala sesuatu menjadi mudah dan terasa lebih aman. Kita akan beranggapan dengan membawa banyak uang tunai akan membahayakan kita dan memiliki resiko lebih besar dari kehilangan. Akan tetapi tanpa disadari celah dalam teknologi perbankan sudah banyak dipelajari oleh sekelompok orang yang dengan sengaja memenfaatkan celah tersebut untuk mendapatkan keuntungan dengan mencuri data dan menggunakannya tanpa sepengetahuan kita.

Data dari Bank Indonesia menyebutkan pada tahun 2012 lalu, kasus kejahatan kartu kredit mencapai 11.263 kasus atau sekitar 0,006% dari jumlah total transaksi menggunakan kartu kredit pada tahun itu. Saat ini belum ada data yang secara pasti menyebutkan angka penipuan kartu kredit apakah terus meningkat atau menurun. Akan tetapi pihak bank dan pihak-pihak terkait terus melakukan pengamanan secara komprehensif untuk mencegah terjadinya kejahatan ini. Pada Februari 2017 lalu Bareskrim Polri juga mengungkap kasus dugaan pembobolan Bank senilai 836 Miliar.  Hal ini membuktikan masih rawannya transaksi menggunakan kartu kredit dan transaksi menggunkan teknologi informatika dewasa ini.

Tak heran jika kemanan selalu ditingkatkan untuk menjaga agar tidak terjadi kejahatan-kejahatan serupa. Akan tetapi para pencuri juga selalu memikirkan cara untuk dapat mengambil peluang yang ada.  Untuk itu perlunya kita waspada dan mengetahui beberapa modus yang biasanya digunakan oleh para pelaku kejahatan. Tindakan preventif adalah hal yang diperlukan dalam mengantisipasi kejahatan dengan mengunakan teknologi ini. Banyak korban dari kejahatan ini adalah korban yang kurang memahami seputar teknologi perbankan dan transaksi dunia maya. Sehingga dengan mudah pelaku memperdaya korban dan berhasil mengambil data yang diperlukannya. Beberapa modus yang sering digunakan oleh pelaku yang harus kita waspasai adalah

  • Waspada Terhadap Konfirmasi Data

Kita harus waspada apabila ada pihak yang mengaku dari pihak bank tempat kita menjadi nasabahnya, meminta untuk melakukan verifikasi atau update data pribadi dan perbankan kita. Memang hal ini wajar dilakukan oleh pihak bank, akan tetapi hanya sebatas menanyakan hal-hal yang bersifat umum dan bukan yang bersifat rahasia seperti PIN dan nomor kartu yang tertera pada kartu kredit. Wasapadai apabila pihak bank menanyakan seputar nomor VCC atau 4 digit pada belakang kartu. Karena 4 digit itulah yang digunakan oleh pelaku untuk menggunakan data kita. Modus ini juga bisa dilakukan melalui email, maka dari itu berhati-hatilah. Selalu cek siapa pengirim dan perhatikan domain dari email tersebut, sebuah email palsu akan menggunakan domain yang tidak wajar dan meragukan.

  • Hati-Hati dengan Toko Online

Data dari kartu kredit juga bisa didapat pelaku melalui toko online. Jangan salah beranggapan dulu bahwa toko online pasti berbahaya. Yang dimaksud adalah toko online palsu yang sengaja dibuat oleh pelaku agar kita memasukkan data kita pada toko online tersebut. Ciri-ciri pada toko online seperti ini adalah selalu menjual barang-barang yang menjadi tren dengan harga murah dan tidak wajar. Adanya iming-iming hadiah yang menggiurkan. Hal ini akan menarik pembeli dan melakukan transaksi dengan memasukkan data lengkap yang dibutuhkan pelaku. Sehingga pelaku dapat dengan cepat melakukan transaksi dengan menggunakan data kita.

  • Skimming

Modus ini sudah jarang terjadi sejak dibongkarnya kasus pada tahun 2004 silam oleh kepolisian. Modus ini adalah dengan memasang alat perekam kartu, yang mampu melihat dan merekam semua informasi yang ada pada kartu. Alat ini bisa berupa mesin EDC atau mesin penggesek kartu kredit. Untuk mengetahui modus ini, biasanya pelaku akan melakukan verifikasi atau menggesek kartu untuk transaksi dengan dua mesin berbeda, dengan alasan mesin yang satunya rusak atau mengalami ganguan. Dan kemudian berpindah kemesin EDC yang sesunguhnya untuk memproses transaksi Anda. Modus skimming ini juga bisa berupa alat yang ditempel pada lubang tempat memasukannya kartu pada ATM. Akan tetapi semenjak di bongkarnya kasus ini oleh kepolisian dan semakin ditingkatkannya keamanan pada mesin ATM modus seperti ini sudah jarang terjadi. Untuk itu hindari bertransaksi di mesin ATM yang minim kemanan dan terletak ditempat terbuka.

  • Waspadai Koneksi Wifi Ditempat Umum

Modus pelaku yang satu ini masih banyak digunakan oleh pelaku kejahatan karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan bahanya dan modus ini. Yaitu dengan menggunakan koneksi wifi yang akan kita gunakan. Kita harus berhati-hati apabila menggunakan koneksi wifi di ruang publik. Biasanya modus ini banyak ditempatkan di tempat-tempat nongkrong atau kafe. Banyak dari kita akan merasa senang apabila terdapat jaringan wifi gratis untuk kita berselancar di dunia maya, tanpa sadar pelaku sudah menghubungka perangkat wifi dengan perangkta lunak yang dapat mencatat semua aktivitas pada aplikasi penjelajah internet kita melalui jaringan wifi yang terhubung. Untuk mencegahnya hal ini tanyakan kepada pengelolah atau petugas apa nama resmi dari wifi toko atau kafe tersebut. Dan jangan mencoba melakukan koneksi pada sambungan wifi yang mencurigakan dan tidak sesuai dengan nama resmi pemilik toko atau kafe.

  • Waspada dan Selalu Update Teknologi

Bagi Anda pengguna kartu kredit dan pengguna teknologi mobile banking atau internet banking, mempelajari dan selalu update seputar teknologi perbankan adalah cara pencegahan yang paling dasar untuk menghindari tindakan kejahatan penipuan atau fraud pada kartu kredit dan transaksi perbankan lainnya. Selalu teliti, berhati-hati, waspada dan jangan mudah tergiur oleh tawaran yang fantastis di dunia maya.  Kecuali dari toko online yang sudah terpercaya. Dan menggunakan saluran internet pribadi walapun kita di tempat umum.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip-tip agar terhindar dari kejahatan terhadap pengguna kartu kredit, semoga bermanfaat.



Waspadai Jasa Penutupan Kartu Kredit
Apa Beda KTA vs Kartu Kredit?
Apa Yang Biasanya Dilakukan Bank, Bila Ada Kredit Macet?
Tip Mengatasi Kartu Kredit Macet
Terlilit Hutang Kartu Kredit? Jangan Panik, Inilah Cara Mengatasinya!
Apa Itu BCA CARD? Apa Beda BCA Card dengan VISA atau Mastercard?
Kartu Kredit Yang Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga
Dimana Jasa Pembuatan Kartu Kredit?
Proses Pengiriman Kartu Kredit
Biaya Surcharge Kartu Kredit Bisa Dihilangkan?


Bagikan Ke Teman Anda